TEH MORINGA KIDOM

Author: admin inovasi
Dilihat: 937 kali
1 tahun yang lalu

Latar Belakang

Sumber daya daun kelor yang banyak dan melimpah di Mataram Nusa Tenggara Barat menjadi namun tidak diberengi oleh pengetahuan masyarakat yang cukup untuk mengolah daun kelor.  Masyarakat hanya mengolah daun kelor yang hanya menjadi sayur dan dihidangkan di meja makan, kami merubah stigma itu dengan membuat inovasi produk daun kelor berupa teh, kosmetik, dan minuman kelor siap saji. Masyarakat belum paham tentang manfaat dan cara pengolahan daun kelor untuk meningkatkan ekonomi. Padahal kandungan dari daun kelor telah melalui beberapa hasil uji yang dilakukan oleh akademisi kedokteran dan kesehatan sehingga inovasi ini kami lakukan.

Kami merasa tergugah untuk pemanfaatan daun kelor dalam bidang kesehatan, sosial, ekonomi dan lingkungan. Karena daun kelor memiliki kandungan vitamin yang sangat tinggi seperti:

1.      Vitamin A – B carotene                     6,80 mg

2.      Vitamin B – Choline                          423,00 mg

3.      Vitamin B1 – Thiamin                       0,21 mg

4.      Vitamin B2 – Riboflavin                    0,05 mg

5.      Vitamin B3 – Nicotinic Acid             0,80 mg

6.      Vitamin C – Ascorbic Acid              220,00 mg

7.      Vitamin E – Tocopherois Acetete      -

Kandungan nutrisi pada daun kelor:

1.      Kalsium (CA)             440,0 mg

2.      Magnesium (MG)       24,0 mg

3.      Fospor (P)                   70,0 mg

4.      Potasium (K)              259,0 mg

5.      Copper (CU)               1,1 mg

6.      Zat Besi (FE)              0,7 mg

7.      Asam Oksalat             101,0 mg

8.      Sulfur (S)                    870,0 mg

Pada peraturan PP Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 mengenai kemudahan, perlindungan dan pemberdayaan koperasi usaha mikro kecil dan menengah. kami dari CV. Tri Utami Jaya sebagai salah satu UMKM Kelas Menengah yang berjalan hampir 29 Tahun sejak tahun 1993 hingga saat ini yang bergerak dibidang Industri Obat Tradisional, Makanan, dan Minuman dengan menggunakan Olahan Produk Berbahan Baku Kelor  turut serta membantu perputaran ekonomi di Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam upaya membantu Pemerintah Daerah dalam menciptakan produk yang berkearifan lokal dan mendunia dengan Teh Kelor sampai produk turunan lainnya melalui standarisasi yang telah ditentukan oleh dinas kesehatan, BPOM, dan OPD terkait. Saat proses produksi, produk inovasi kami telah melalui uji lab, kemasan berstandar dan terjaga higienitasnya.

Selain itu, inovasi ini juga dapat membantu masyarakat dalam sosialisasi dan pembinaan untuk para petani binaan CV. Tri Utami Jaya dalam proses budidaya Kelor dengan total petani binaan sebanyak 400 orang kelompok tani. Para petani dituntut dan dibimbing untuk mampu membudidayakan kelor secara lebih efisien dan evision. Untuk sosialisasi kepada kelompok tani cara budidaya kelor.

 Dalam aspek lingkungan dan ekonomi, impek positif yang dapat dirasakan secara langsung yaitu aspek lingkungan membantu mengurangi pemanasan global dengan cara budidaya kelor dapat membantu program reboisasi (penghijauan lahan yang gersang), membantu mengurangi resiko banjir dan tanah longsor. Dari aspek ekonomi, para petani dan masyarakat sekitar merasakan adanya penghasilan harian yang mereka dapatkan dari penjualan daun kelor kering kepada perusahaan CV. Tri Utami Jaya dengan nominal terendah Rp 8.000/kilo.

 

Tujuan

a.    Mensosialisasikan manfaat tanaman kelor di kalangan masyarakat sebagai salah satu tanaman multiguna yang mempunyai banyak manfaat tidak hanya untuk lingkungan.

b.   Meningkatkan pendapatan masyarakat melalui penjualan bahan baku kelor untuk produk-produk olahan daun kelor yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

c.    Menghadirkan industrialisasi dengan cara membangun industri kecil untuk mengolah potensi unggulan daerah seperti halnya tanaman kelor sehingga mampu meningkatkan perekonomian di Daerah.

 

Manfaat

1.  Masyarakat dapat menkonsumsi teh kelor yang terjamin hygenisnya.

 2. Masyarakat mempunyai banyak pilihan produk yang berbahan daun kelor.

 3. Harga produk herbal daun kelor  yang lebih ekonomis karena produksi lokal.

4.  Masyarakat dapat terhindar dari minuman yang berpengawet/kimia yang tidak sehat.

5. Dapat menyediakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat